AZTbYVPopjvar4TJTJPzAz4SPbtvZW2vOh3lqEgw

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Wisata di Negeri Orang Mati yang Hidup

Pernahkah tebersit di benak Anda untuk melakukan traveling ke pemakaman? Membayangkan wisata Anda dipenuhi oleh kuburan-kuburan pasti terasa menyeramkan ya. Namun tempat wisata di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memberikan pengalaman berbeda bila Anda berkunjung ke sana. 

Kuburan Unik dan Eksotis 

Tempat wisata ini cocok bagi Anda yang out of the box, menyukai petualangan dan hal baru. Anda tidak hanya mengunjungi satu pemakamam, namun ada beberapa desa dengan kuburan unik dan eksotis dari masa lalu hingga sekarang.

1. Kuburan Pohon di Tongko Sarapung

kuburan pohon kuburan bayi di Tongko Sarapung tana toraja
sumber gambar : genpi.co

Sesuai dengan namanya, tempat peristirahatan terakhir diletakkan dalam pohon yang disebut pohon Tarra. Kuburan ini khusus bagi bayi yang meninggal sebelum umur 6 bulan, dalam keadaan masih menyusui, belum tumbuh gigi dan belum bisa berjalan. Masyarakat setempat percaya, bahwa bayi yang dikuburkan dalam pohon Tarra akan mendapat asupan ASI dari getah pohon dan merasa nyaman seperti kembali dalam kandungan ibunya. 

Hal yang menarik ialah tidak ada bau anyir bila Anda berkunjung ke sana, padahal jenazah bayi tidak dibungkus apapun, hanya diletakkan dalam pohon yang sudah dilubangi seukuran bayi. Lubang tersebut akan ditutup dengan sabut daun nira dan menghadap ke rumah keluarga yang berduka. Posisi kuburan juga disesuaikan dengan kasta keluarga, semakin tinggi kastanya, maka semakin tinggi pula letak kuburan di pohon. 

2. Kuburan Gua Londa

kuburan kaum bangsawan raja tana toraja gua londa
sumber gambar : goodnewsfromindonesia

Kuburan ini merupakan makam kaum bangsawan dan raja di Tana Toraja. Peti-peti akan diletakkan dalam gua sedalam satu meter. Terdapat peti berbentuk rumah adat bagi kaum bangsawan, peti bentuk kerbau untuk pria dan bentuk babi untuk wanita. Di sekitar peti, Anda akan menemukan banyak sekali barang milik jenazah, puntung rokok bahkan peralatan dapur. 

Pengujung dilarang keras mengambil barang yang ada di sekitar makam. Bila berkunjung ke sini, Anda harus membawa senter, karena ada beberapa peti yang diletakkan agak masuk ke dalam gua yang gelap. Selain itu, di sisi gua dipenuhi dengan tengkorak para leluhur. Hati-hati saat melewati sisi gua yang menjorok ke luar, karena sangat licin. Bahkan Anda harus jalan menunduk bila melewati bagian gua yang rendah.

3. Kuburan Gantung 

Bila Anda tidak bisa membayangkan pemakaman dengan peti-peti bergantungan, maka kunjungilah kuburan gantung di Tana Toraja. Orang Toraja percaya bahwa orang yang sudah mati sebenarnya hanya sedang sakit. Maka tak heran bila jenazah tidak langsung dimakamkan, namun diletakkan dalam rumah sambil menunggu semua anggota keluarga datang sebagai bentuk kasih sayang pada jenazah. 

Hal ini yang menjadi latar belakang pemakaman bagi mereka yang melakukan upacara pemakaman Rambu Solok. Jenazah akan diletakkan dalam peti dan disusun tinggi sesuai kasta di pinggir tebing batu dan karst. Maka tak heran bila Anda menemukan banyak peti yang rusak dan tulang belulang berserakan. Untuk mengembalikan tulang tersebut tidak boleh sembarangan, namun harus dilakukan upacara adat.

Berkunjung ke pemakaman di Tanah Toraja, mungkin terkesan menyeramkan, namun Anda juga disuguhi pemandangan bukit-bukit batu, karst, gua-gua eksotis, jejeran rumah adat khusus orang yang sudah meninggal, dan tentunya suasana dataran tinggi yang dingin. 

Bila beruntung, Anda bisa mengikuti upacara Mayat Berjalan atau Ma' Nene, dimana mayat yang sudah diawetkan akan dikeluarkan dari peti dan dibersihkan oleh anggota keluarganya. Jenazah akan diberi baju kesayangan semasa hidup dan dijemur sebentar. Mayat yang tersebut diceritakan bisa berjalan sendiri untuk pulang kerumahnya dengan kekuatan doa dari para keluarga. Upacara adat Ma' Nene membutuhkan budget yang sangat besar, maka tak heran bila upacara ini jarang dilakukan dan hanya untuk kalangan tertentu. 

Tertarik untuk berwisata ke sana?

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar